Haaaaaiiii bloggerrrr ;;) kembali lagi nih sama tukang post yang unyu imut menggemaskan *abaikan. Kali ini gue mau ngeposting tentang cerita teman gue. Jadi gini ceritanya:
"suatu hari di sebuah sekolah negeri ada murid yang bernama tintra. Murid perempuan yang cantik, sopan, baik dan ramah kepada semua orang. Setiap harinya Ia harus berangkat ke sekolah dari rumahnya pukul 11.30. Yap, karena dia murid yang baru masuk (kelas10) jadi di sekolahnya itu jadwalnya adalah masuk siang. Dia selalu datang cepat ke sekolahnya. Karena dia tidak mau terlambat. Menurutnya itu adalah suatu kesalahan besar dalam hidupnya. Lagipula juga dia anak OSIS jadi harus mematuhi/mencontohkan yang baik kepada orang-orang sekitarnya. Suatu hari saat dia berjalan menuju kelasnya. Dia melihat sesosok makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Dia memerhatikan ya dari jauh. Dia rasa dia telah jatuh cinta. Tapi karena waktu terus berjalan dan tintra jarang lagi melihat orang itu akhirnya dia tidak menyukainya lagi.
Ketika dia masuk kelas, tiba-tiba pacarnya tintra menghampirinya, namanya adalah bagus. Bagus mengajak tintra ke kantin sekolah. Tapi apa daya tintra justru menolaknya dengan mentah-mentah. Akhirnya bagus kesal dan pergi ke kantin sendiri.tidak berapa lama dari kantin bagus balik lagi ke kelas. Terapi dia sangat terkejut akan kehadiran tintra dengan Rifaf. Cowo yang biasa-biasa aja. Ditemukan tintra sedang ngobrol bersama Rifaf dengan serunya bahkan tertawa lepas. Kekesalan pun datang dari raut wajah bagus. Akhirnya dia menghampiri Rifaf dan Tantri. "maksudnya lo apa sih deketin cewe gue? Hal?" tanya bagus sambil menjambkerah Rifaf. Rifaf yang terdiam hanya menundukkan kepalanya. Mereka berantem. Terapi tintra hanya melihat, karena emosi tintra sudah maksimum dia hanya bisa pasrah tanpa marah-marah lagi.
Tiba-tiba gak beberapa lama, sesosok manusia indah itu datang menghampiri tintra dan berkata "sudah cukup" tintra kaget. Tintra hanya bisa melemaskan badannya diperlukan nial eh salah maksudnya Deni namanya. Dia sangat terpesona dengan kelebihan yang dimilikinya. Akhirnya justru malah bagus dan Deni yang berantem. Tiba-tiba saja Deni berkata "sudah sudah, kalo gitu kamu pilih mana tantri?" tantri diam, bukan sedang menahan sesuatu tetapi tantri galau tantri berlari lari kecil dan akhirnya dia menemukan yang terbaik dalam hidupnya dalam keluarganya nanti. dia memilih "rifaf" sungguh mengecewakan untuk deni dan bagus.
-sekian-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar